tungau
kesehatan

Waspada Terhadap Bantal Rumahsakit di Bengkulu Selatan

16/08/2019

Waspada Terhadap Bantal Rumahsakit di Bengkulu Selatan

 Bantal bisa menjadi tempat berkembang biak kuman.

 Waspada Terhadap Bantal Rumahsakit di Bengkulu Selatan > Bantal, baik di rumah anda atau di rumah sakit, ternyata bisa menjadi lokasi endemik kuman untuk penularan penyakit. Menurut sebuah penelitian yang termuat di surat kabar The London Times. Ada sebuah pengungkapan bahwa, setelah dua tahun pemakaian, lebih dari sepertiga berat sebuah bantal dapat terdiri dari :

  • Kutu Debu dan kotorannya.
  • Sel kulit yang telah mati.
  • Bakteri.

Waspada Terhadap Bantal Rumahsakit di Bengkulu Selatan

Temuan dari Penyedia layanan medis publik di Inggris bernama Barts dan NHS Trust London, di-rilis setelah meneliti pemakaian bantal di rumah sakit secara umum. Pemakaian Bantal dengan bergantian dan terus menerus tersebut sangat memungkinkan untuk menjadi media transfer penyakit menular.

Tidak hanya sprei dan selimut yang musti dibersihkan, bantal juga harus dalam kondisi higienis. Tidak perduli apakah bantal itu terbuat dari bahan Foam atau Dacron atau Bulu Angsa. Bantal mempunyai peluang yang besar sebagai lokasi penyimpanan partikel mikro yang dimiliki orang yang tidur di atasnya. Ditambah dengan udara yang lembab dan jarangnya waktu pencucian bantal, maka dapat dipastikan, bakteri atau jamur akan berkembang biak dengan baik di sana.

Saat digunakan oleh orang selanjutnya, hal itu bisa menjadikan kontaminasi bakteri pada pasien berikutnya. Maka dari itu, pasien di rumah sakit harus menyadari betul bahwa bantal di rumah sakit pun juga dapat menjadi media penularan penyakit.

bantal
Bantal dan selimut yang kotor.

Bantal Dapat Menjadi Media Transfer Beragam Jenis Virus dan Bakteri.

Penelitian tersebut menyatakan, bahwa ada probabilitas bahwa bantal-bantal yang dipakai secara terus menerus di rumah sakit dapat menjadi media perpindahan dari berbagai jenis virus dan bakteri. Seperti : Serpihan Sel kulit mati, Ketombe, dan Cairan berbahaya yang bisa endemik pada bantal yang dipakai di Rumah Sakit. Pasien dapat tertular dengan berbagai penyakit, termasuk Influenza, Cacar air, Hepatitis, Penyakit Gatal, bahkan Kusta.

Waspada Terhadap Bantal Rumahsakit di Bengkulu Selatan

Penelitian oleh Barts dan The London NHS Trust menyatakan bahwa bantal Rumah Sakit yang jarang dicuci, dapat menyimpan 30 jenis bakteri yang bisa berpengaruh pada kondisi tubuh manusia.

Untuk itu, segenap paramedis disarankan untuk membersihkan peralatan pasien mereka sesering mungkin dan menyertakan semacam cairan anti-septic pada kasur dan bantal saat dicuci. Karena jika tidak dicuci dengan bersih, Bantal tersebut bisa membuat pasien terkontaminasi dengan kuman yang tertinggal.

“Orang memberikan penutup bantal yang kelihatannya bersih, berbau wangi dan segar. Akan tetapi sebenarnya dia membungkus sesuatu yang sangat berbahaya di dalamnya, ” kata Dr Art Tucker, seorang peneliti utama dan ilmuwan klinis di St Barts Hospital.

Memang apabila bantal hanya sering diganti sarungnya saja, namun jarang dibersihkan bagian dalamnya. Hal ini tentu bisa saja menyimpan berbagai potensi buruk seperti penularan penyakit dan endemi bakteri.

Waspada Terhadap Bantal Rumahsakit di Bengkulu Selatan

Waspada Terhadap Bantal Rumahsakit di Bengkulu Selatan Bantal wajib dibersihkan Secara Periodik

Di website ini sudah diposting tentang tata-cara mencuci bantal dan dijelaskan mengenai struktur bantal. Tak ada bantal yang anti dari penyakit bila jarang dicuci secara berkala, meskipun bantal tersebut berbahan dasar air atau udara. Kebersihan harus tetap dijaga supaya kita semua terbebas dari tertular penyakit. Janganlah sampai kita yang sedang ke rumah sakit, terkontaminasi oleh penyakit lainnya melalui sarana bantal.

Cuci Bantal

Carilah Rumah Sakit yang sangat higienis sehingga anda dapat terbebas dari penularan penyakit.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *