tungau
kesehatan

Hati-hati Terhadap Bantal Rumahsakit di Tarempa

11/07/2019

Hati-hati Terhadap Bantal Rumahsakit di Tarempa

 Bantal bisa menjadi tempat berkembang biak kuman.

 Hati-hati Terhadap Bantal Rumahsakit di Tarempa > Bantal, baik di rumah anda atau di rumah sakit, ternyata dapat dijadikan lokasi endemik kuman untuk penularan penyakit. Menurut sebuah studi yang termuat di harian The London Times. Ada sebuah pengungkapan bahwa, setelah dua tahun penggunaan, lebih dari sepertiga berat sebuah bantal dapat terdiri dari :

  • Tungau dan kotorannya.
  • Sel kulit yang telah mati.
  • Bakteri.

Hati-hati Terhadap Bantal Rumahsakit di Tarempa

Studi dari Provider layanan kesehatan publik di Inggris bernama Barts dan NHS Trust London, di-rilis setelah menyelidiki pemakaian bantal di rumah sakit secara umum. Pemakaian Bantal dengan bergantian dan terus menerus tersebut sangat mungkin untuk menjadi sarana transfer penyakit menular.

Tidak hanya sprei dan selimut yang musti dipastikan bersih, bantal juga wajib selalu dalam keadaan higienis. Tidak perduli apakah bantal itu terbuat dari bahan Foam atau Dacron atau Bulu Angsa. Bantal memiliki peluang yang besar sebagai tempat penyimpanan partikel mikro yang dimiliki orang yang tidur di atasnya. Ditambah dengan kelembaban udara dan jarangnya frekuensi mencuci bantal, maka bisa dipastikan, bakteri atau jamur akan tumbuh dan berkembang biak dengan baik di sana.

Saat digunakan oleh pasien berikutnya, hal itu bisa menjadikan penularan bakteri pada pasien berikutnya. Maka dari itu, pasien di rumah sakit harus menyadari betul bahwa memakai bantal di rumah sakit pun juga dapat menjadi media penularan penyakit.

bantal
Bantal dan selimut yang kotor.

Bantal Bisa Menjadi Sarana Transfer Berbagai Jenis Virus dan Bakteri.

Studi tersebut mengungkapkan, bahwa ada kemungkinan bahwa bantal-bantal yang dipakai secara terus menerus di rumah sakit bisa menjadi sarana pemindahan dari beragam jenis virus dan bakteri. Seperti : Serpihan Sel kulit mati, Ketombe, dan Cairan berbahaya yang dapat endemik pada bantal yang ada di Rumah Sakit. Pasien dapat terkontaminasi dengan beragam penyakit, termasuk Influenza, Cacar air, Hepatitis, Penyakit Kulit, bahkan Kusta.

Hati-hati Terhadap Bantal Rumahsakit di Tarempa

Penelitian oleh Barts dan The London NHS Trust mengungkapkan bahwa bantal Rumah Sakit yang jarang dibersihkan, dapat menyimpan 30 jenis bakteri yang dapat mempengaruhi kondisi tubuh manusia.

Maka dari itu, segenap paramedis disarankan untuk membersihkan peralatan pasien rumah sakit sesering mungkin dan menyertakan semacam cairan pembersih kuman pada tempat tidur dan bantal saat dibersihkan. Karena jika tidak dicuci dengan higienis, Bantal tersebut dapat membuat pasien terkontaminasi dengan kuman yang tertinggal.

“Orang memasang sarung bantal yang kelihatannya bersih, berbau wangi dan segar. Akan tetapi sebenarnya dia membungkus sesuatu yang sangat buruk di baliknya, ” kata Dr Art Tucker, seorang ilmuwan klinis dan peneliti utama di St Barts Hospital.

Memang apabila bantal hanya sering diganti sarungnya saja, namun tidak pernah dicuci bagian dalamnya. Hal ini tentu bisa saja menyimpan beragam potensi bahaya seperti penularan penyakit dan endemi bakteri.

Hati-hati Terhadap Bantal Rumahsakit di Tarempa

Hati-hati Terhadap Bantal Rumahsakit di Tarempa Bantal wajib dibersihkan Secara Berkala

Dalam website ini telah diunggah mengenai tata-cara membersihkan bantal dan dijelaskan tentang konstruksi bantal. Tidak ada bantal yang anti dari penyakit jika tidak dibersihkan secara berkala, meskipun bantal tersebut berbahan dasar air atau udara. Kebersihan harus tetap dijaga supaya kita semua terbebas dari tertular penyakit. Jangan sampai kita yang sedang sakit, tertular oleh penyakit lainnya melalui media bantal.

Cuci Bantal

Carilah Rumah Sakit yang sangat higienis sehingga anda dapat terbebas dari penularan penyakit.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *