tungau
kesehatan

Hati-hati Terhadap Bantal Klinik di Landak

12/07/2019

Hati-hati Terhadap Bantal Klinik di Landak

 Bantal bisa menjadi tempat berkembang biak kuman.

 Hati-hati Terhadap Bantal Klinik di Landak > Bantal, baik di rumah anda atau di rumah sakit, ternyata dapat menjadi tempat bersarangnya kuman untuk penularan penyakit. Menurut sebuah penelitian yang termuat di harian The London Times. Ada sebuah fakta bahwa, setelah dua tahun penggunaan, lebih dari 1/3 berat sebuah bantal dapat mengandung :

  • Tungau dan kotorannya.
  • Sel kulit mati.
  • Bakteri.

Hati-hati Terhadap Bantal Klinik di Landak

Studi dari Penyedia layanan kesehatan publik di Inggris bernama Barts dan NHS Trust London, muncul setelah meneliti penggunaan bantal di rumah sakit secara umum. Pemakaian Bantal secara bergantian dan terus menerus tersebut sangat mungkin untuk menjadi sarana transfer penyakit menular.

Bukan hanya sprei dan selimut yang harus dibersihkan, bantal juga harus dalam keadaan higienis. Tidak perduli apakah bantal itu terbuat dari materi Busa atau Silikon atau Bulu. Bantal mempunyai peluang yang tinggi sebagai lokasi bersemayam partikel mikro yang dimiliki orang yang tidur di atasnya. Dikombinasikan dengan udara yang lembab dan jarangnya waktu pencucian bantal, maka dapat diprediksi, bakteri atau jamur akan berkembang biak dengan baik di sana.

Ketika dipakai oleh pasien berikutnya, hal itu bisa menyebabkan kontaminasi bakteri pada orang berikutnya. Oleh karena itu, pasien di rumah sakit harus sadar betul bahwa bantal di rumah sakit pun juga bisa menjadi trigger penularan penyakit.

bantal
Bantal dan selimut yang kotor.

Bantal Bisa Menjadi Media Transfer Berbagai Jenis Virus dan Bakteri.

Studi tersebut mengungkapkan, bahwa ada kemungkinan bahwa bantal-bantal yang digunakan secara bergantian di rumah sakit bisa menjadi media pemindahan dari berbagai jenis virus dan bakteri. Contohnya : Serpihan Sel kulit mati, Ketombe, dan Cairan berbahaya yang dapat menempel pada bantal yang ada di Rumah Sakit. Pasien dapat tertular dengan berbagai penyakit, termasuk Influenza, Cacar air, Hepatitis, Penyakit Kulit, bahkan Kusta.

Hati-hati Terhadap Bantal Klinik di Landak

Penelitian oleh Barts dan The London NHS Trust menyatakan bahwa bantal Rumah Sakit yang jarang dibersihkan, mampu menyimpan 30 jenis bakteri yang dapat mempengaruhi kondisi tubuh manusia.

Maka dari itu, segenap paramedis diwajibkan untuk mencuci peralatan pasien rumah sakit sesering mungkin dan menyertakan semacam cairan pembersih kuman pada kasur dan bantal saat dibersihkan. Karena jika tidak dibersihkan dengan bersih, Bantal tersebut dapat menyebabkan pasien terkontaminasi dengan kuman yang tertinggal.

“Orang memasang cover bantal yang sepertinya terlihat bersih, berbau wangi dan segar. Tapi sebenarnya dia membungkus sesuatu yang sangat berbahaya di dalamnya, ” kata Dr Art Tucker, seorang peneliti utama dan ilmuwan klinis di St Barts Hospital.

Memang apabila bantal hanya kerapkali diganti sarungnya saja, namun tidak pernah dibersihkan bagian dalamnya. Hal ini tentu saja dapat menyimpan berbagai kemungkinan buruk seperti penularan penyakit dan endemi bakteri.

Hati-hati Terhadap Bantal Klinik di Landak

Hati-hati Terhadap Bantal Klinik di Landak Bantal harus dibersihkan Secara Periodik

Dalam website ini telah diunggah tentang cara-cara membersihkan bantal dan juga penjelasan tentang struktur bantal. Tidak ada bantal yang anti dari penyakit jika tidak dicuci secara periodik, meskipun bantal itu berbahan dasar air atau udara. Kebersihan harus tetap dipelihara agar kita semua terhindar dari penularan penyakit. Janganlah sampai kita yang sedang sakit, tertular oleh penyakit lainnya melalui media bantal.

Cuci Bantal

Carilah Rumah Sakit yang betul betul bersih sehingga anda dapat terbebas dari penularan penyakit.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *