Apapun tentang bantal, guling, cushion, kapuk, foam, bulu angsa, silikon, dacron, latex, dibahas!

Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Rabu, Juni 27, 2018

Cara Membersihkan Bantal

by , in
Cara Membersihkan Bantal.

Cara Membersihkan Bantal.

Saya tanya kepada anda, berapa kali anda membersihkan bantal dalam waktu belakangan ini? Bukan cuma sarung bantalnya aja lho ya. Ada hal penting yang ingin kami sampaikan kepada anda. Bahwasanya, bantal juga penting untuk dibersihkan secara berkala agar tidak menimbulkan hal-hal buruk. Sarung Bantal biasanya dicuci berkala, guna membersihkan bantal dari sisa sel-sel kulit, dan keringat tubuh. Bantal juga harus dicuci untuk membersihkannya dari debu, bakteri dan tungau. Yang mana hal-hal tersebut bisa menimbulkan gatal, penyakit kulit dan alergi pernafasan. Jika tidak pernah dibersihkan, bantal bisa menjadi kotor dan menguning karena banyaknya kotoran yang menempel. Untuk itu kami sarankan anda juga harus membersihkan / mencuci bantal anda minimal 3 bulan sekali dan mengganti bantal setiap 3 tahun sekali. 

Berikut cara untuk membersihkan bantal agar anda dapat tidur nyenyak setiap harinya tanpa khawatir akan terganggu oleh resiko penyakit dan gangguan pernafasan. Namun sebelumnya, anda harus memperhatikan tag / label yang ada di bantal (kalau ada). Ikuti petunjuk pencuciannya. Setiap Bantal berbeda-beda dalam perawatannya tergantung dari materi/isi yang ada didalam bantal.

Cara Membersihkan Bantal.
Petunjuk cara mencuci bantal

Cara Membersihkan Bantal berisi Kapuk

Bantal berisi kapuk tidak dapat dicuci baik dengan mesin atau tangan, kalo anda nekat mencucinya, bantal berisi kapuk akan rusak dan akan kehilangan keempukannya. Bantal menjadi terlalu tipis dan tidak enak untuk dipakai. Bantal kapuk cukup di jemur saja dibawah sinar matahari hingga panas dengan maksud agar kuman-kuman mati kepanasan. Lalu kemudian, pukul-pukul bantal tersebut menggunakan alat pemukul untuk mengeluarkan debu yang berada di dalam kapuk. Andaikata ada noda menempel yang harus dibersihkan, cukup di bersihkan dengan alat cuci seperti sikat dan deterjen di tempat yang ternoda, tanpa harus membasahi seluruh bantal. 

Cara membersihkan Bantal berisi Foam/ busa

Bantal berisi busa  tidak dapat dicuci dengan mesin cuci, kalopun anda memaksa mencucinya ya resikonya bantal busa akan cepat rusak dan rontok. Pembersihan bantal berbahan foam bisa dengan mencelupkan busa kedalam air yang sudah diberi deterjen. Cara yang paling efektif membersihkan bantal busa adalah sarung bantalnya dicuci seperti biasa namun isinya (foam) cukup dibersihkan dengan menggunakan vakum untuk menyedot debu yang tersangkut disela-sela sponge-nya. 

Cara membersihkan Bantal berisi Bulu

Bantal berisi bulu boleh dicuci namun harus menggunakan tangan atau manual, tidak dengan mesin. Penggunaan mesin akan merusak bentuk bantal yang bermaterikan bulu. Sarung Bantal boleh dicuci dengan mesin, sementara bantalnya harus manual. Proses pengeringannya bisa menggunakan panas matahari, atau angin. Pembersihan bantal bulu akan lebih maksimal dengan cara seperti membersihkan bantal dengan isi kapuk. Bantal berisi bulu mudah rusak apabila sering dicuci dengan air.

Cara Membersihkan Bantal.
Proses pengeringan bantal setelah dicuci

Cara membersihkan bantal berisi Latex, Bantal Air/Bantal Udara

Bantal yang berisi latex berbeda beda cara pembersihannya. Lihatnya petunjuk perawatan yang tertera dalam tag. Ada yang boleh dicuci/dicelup dan ada yang tidak boleh dicuci. Umumnya bantal bermateri latex tidak perlu dicuci, cukup dibersihkan dengan cara manual. Sarung bantalnya boleh dicuci seperti biasanya. Sedangkan untuk Bantal kesehatan seperti bantal air dan bantal udara, juga tidak perlu dicuci, disamping penggunaannya tidak setiap hari, isi bantal tersebut juga tidak bisa dicuci. Yang bisa dicuci hanyalah bungkusnya yang biasanya berbahan dasar karet / plastik. Bantal kesehatan umumnya terintegrasi dengan kelistrikan, jadi tidak boleh dicuci, apalagi dengan mesin cuci.

Cara membersihkan bantal berisi silikon fiber / serat silikon

Nah, hanya bantal yang ini yang bisa dicuci menggunakan mesin dan tangan manusia. Namun sebaiknya, gunakan mesin atau ikuti petunjuk yang ada di tag / label bantal. Secara umum bantal berisi silikon fiber bisa dicuci. Berikut cara-cara untuk mencuci bantal tersebut. 

Cara Membersihkan Bantal.
Mencuci 2 bantal sekaligus
1. Siapkan deterjen, soda bubuk, pewangi dan mesin cuci ukuran standar.
2. Nyalakan mesin cuci pada pengaturan untuk beban maksimum. Kalau bisa setel ke mode air panas. Cuci dua bantal ukuran standar (45x65) dalam mesin cuci sekaligus.
3. Tambahkan deterjen dan 1/2 cangkir soda bubuk. Deterjen dan Soda bubuk dapat membantu mengangkat noda yang menempel dan memutihkan bantal.
4. Tambahkan pewangi ke dalam mesin cuci agar bantal harum.
5. Setelah mesin cuci berhenti bekerja, keringkan bantal. Usahakan jangan mengeringkan dengan hawa panas (hot dryer). Sebaiknya Bantal dikeringkan secara manual saja, dijemur dengan sinar matahari dalam waktu yang cukup sampai kering saja, karena jika dibiarkan terlalu panas akan merusak serat silikon. Pengeringan dengan menggunakan mesin terkadang merusak bentuk bantal. Jika mencucinya manual, tidak perlu diperas hingga dipelintir, karena merusak bentuk bantal.

Cara Membersihkan Bantal.
Seseorang sedang mencuci bantal.
Untuk mengetahui kapan waktu mengganti bantal, lipat bantal tersebut, kemudian lepaskan. Jika bantal kembali normal berarti bantal masih dalam kondisi baik, Bantal belum perlu diganti. Jika bantal  tetap dalam posisi terlipat atau sangat pelan dalam proses inflating-nya menuju bentuk normal, saatnya untuk mengganti bantal yang baru. Namun hal ini tidak berlaku untuk bantal kapuk, foam dan latex. Jangan melipat bantal latex, hanya untuk mengukur umur waktu penggantiannya.
Sabtu, Juni 23, 2018

Bantal Air

by , in
Bantal Air

Bantal Air

Dewasa ini, varian bantal kian bermacam-macam, tidak hanya materi padat saja yang bisa dijadikan bahan inti bantal. Bantal kini dapat diisi dengan udara atau cairan. Bantal Air merupakan bantal berisi air yang di desain secara unik dalam berbagai motif dan warna, menggunakan bahan plastik atau karet berkualitas tinggi, sehingga air di dalam bantal tidak bocor, tidak menguap, dan suhu air dapat lebih terjaga. 

Penggunaan Bantal air lebih banyak dilakukan di bidang kesehatan. Karena Bantal dengan materi air, suhunya relatif lebih rendah dibanding tubuh manusia. Pemakaian bantal air biasanya untuk menurunkan suhu badan atau mentransformasi suhu sejuk bantal ke tubuh/badan. Selain untuk mencari kesejukan dari air, penggunaan bantal ini lebih sering di berlakukan pada orang-orang yang mempunyai masalah tulang belakang, sakit punggung, diabetes dan luka trauma (borok). Namun demikian orang yang normal atau sehat pun dapat menggunakan bantal air ini untuk mendapatkan sensasi kesejukan dari air.  

Bantal Air

Konstruksi Bantal air secara struktur mirip dengan bantal udara. Bahan dasar plastik/karet bantal air jika tidak digunakan dapat dilipat dan disimpan dengan minimal penyimpanan ruang. Jika sedang dipakai tinggal diisi air. 

Beberapa manfaat bantal air
  • Menormalkan suhu tubuh
  • Mengurangi rasa panas di kepala saat tidur
  • Mengurangi potensi melebarnya luka pada penderita diabetes

Seiring berkembangnya kemajuan teknologi. Muncul bantal kombinasi. bermaterikan air/gel/likuid dengan materi lainnya, seperti foam atau latex. Didalam strukturnya, biasanya gel terletak di lapisan paling bawah atau didalam inti bantal. Sekarang malah sudah ada bantal air panas (electric water heating) yang biasanya pemakaiannya sebagai alat bantu terapi kesehatan. Bantal berisi air tersebut dapat dipanaskan jika dihubungkan dengan arus listrik.  

Bantal Air

Beberapa Manfaat bantal air panas
  • Melancarkan peredaran darah pada bagian tubuh yang diterapi.
  • Mengurangi rasa sakit/kaku pada pinggang, perut, punggung dll
  • Menghangatkan tubuh 

Sekarang tinggal pilih yang mana yang kamu butuhkan ? Bantal air biasa atau bantal air panas? Kalau kamu sehat, kamu cukup memakai bantal konvensional biasa saja.
Minggu, Juni 10, 2018

Perang Bantal

by , in
Perang Bantal

Perang Bantal


Perang bantal adalah permainan yang umum dimainkan oleh sebagian besar anak muda (tetapi juga oleh remaja dan orang dewasa) di mana mereka terlibat dalam konflik fisik tiruan, menggunakan bantal sebagai senjata. Pertarungan bantal dapat berlangsung hampir di mana saja tetapi secara tradisional dimainkan di tempat tidur. Kadang-kadang, orang-orang menbuat festival perang bantal di tempat umum. Metode terbaik untuk memulai pertarungan bantal secara spontan. Pastikan ada cukup bantal untuk semua orang lalu ambil bantal dan mulai memukul musuh Anda di dekat Anda. Karena bantal lembut, itu membuat minim cedera. Berat bantal masih bisa membuat orang muda kehilangan keseimbangan ketika dipukul. Perang Bantal diadakan terutama pada permukaan yang lembut seperti kasur. Pada era sebelumnya, pertempuran bantal sering berhenti setelah bulu-bulu tersebar di seluruh ruangan. Bantal modern cenderung lebih kuat dan lebih sering diisi dengan bahan padat dari bahan buatan daripada bulu atau bulu halus, ini dapat menimbulkan cedera.
Perang Bantal

Perang Bantal Di Jepang.

Di Jepang, Makura-Nage adalah sebuah gim di mana anak-anak saling melempar bantal. Sementara bantal perang terutama mengambil bentuk memukul satu sama lain dengan bantal, Makura-Nage adalah permainan di mana pemain melempar bantal satu sama lain pada saat yang sama. Kata "Makura" berarti "bantal", "nage" berarti "lempar". Pertarungan bantal adalah bagian normal dari dinamika bersekolah di Jepang, ketika beberapa siswa tidur di kamar yang sama dan mulai saling melempar bantal. Ada sebuah tempat bernama Onsen (sumber air panas), Kota Ito di Shizuoka adalah tempat pertama di Jepang untuk mengubah perang bantal menjadi olahraga kompetitif. Acara unik ini di mana pesaing dapat menghilangkan stres dengan saling melempar bantal diadakan untuk mempromosikan Ito Onsen. Kompetisi ini berbeda dengan perang bantal di Barat, yang melibatkan memukul satu sama lain dengan bantal. Berdasarkan ide siswa dari sekolah menengah Ito di sekolah menengah Jogasaki, Turnamen Pertarungan Bantal Seluruh Jepang di Ito Onsen adalah olahraga yang sah dengan aturan, melibatkan tim yang terdiri dari enam hingga delapan orang. Jumlah tim kompetisi telah berkembang dari 18 tim di turnamen pertama pada 2013 menjadi 48 tim divisi umum dan 9 tim divisi anak-anak di turnamen tahun ini.
Perang Bantal

Perang Bantal Wanita.

Pegulat wanita, yang dikenal sebagai Diva di World Wrestling Entertainment (WWE), terlibat dalam perkelahian bantal sebagai jenis pertandingan, dikenal sebagai Lingerie Pillow Fight, di mana para wanita bertarung dalam balutan pakaian dalam saja. Tak satu pun dari gulat yang sebenarnya terjadi pada pertarungan itu. Pada Januari 2007, Reuters melaporkan bahwa Pillow Fight League beroperasi di bar-bar di Toronto. Pegulat perempuan yang terpilih, dibayar dalam jumlah tertentu untuk melancarkan perkelahian reguler, tanpa naskah. Aturannya mengharuskan "tidak ada perilaku cabul, dan bergerak seperti jatuhan kaki atau menggelitik atau mengunci lawan selama bantal digunakan", Keren!

Perang Bantal

Hari Perang Bantal Sedunia.

Hari Perang Bantal atau The Pillow Fight Day diumumkan sebagai hari yang penting. 6 April adalah Hari Perang Bantal Sedunia yang dirayakan di berbagai belahan dunia dan diikuti oleh ribuan orang. Banyak perang bantal telah diselenggarakan dalam upaya untuk memecahkan Guinness World Records, tetapi rekor saat ini adalah perang bantal dengan keikutsertaan 3,706 orang yang dicatat oleh BBC pada acara Children in Need di Minehead, Somerset, Inggris pada 2008. Namun menurut The Guinness World Record, acara perang bantal terbesar diadakan pada bulan Juli 2015 di sebuah pertandingan bisbol St. Paul Saints, di mana 6.261 orang ikut berpartisipasi dalam acara pertarungan bantal yang disponsori oleh produsen bantal lokal.
Perang Bantal

Minggu, Juni 10, 2018

4 Cara Menghilangkan Lipatan Bekas Bantal Pada Wajah

by , in
4 Cara Menghilangkan Lipatan Bekas Bantal Pada Wajah

Menghilangkan Lipatan Bekas Bantal Pada Wajah  


Saat kamu bangun tidur cobalah berkaca, kadang-kadang ada bekas tekstur kain sprei atau bantal yang tertinggal di wajahmu. Ini dinamakan lipatan di wajah. Sangat mengganggu penampilanmu bukan? Lipatan atau kerutan itu biasanya muncul karena wajah kita menempel pada permukaan bantal atau kasur yang tidak rata kainnya (terlipat). Karena prosesnya cukup lama, maka menimbulkan bekas di kulit wajah. Posisi tidur tengkurap akan lebih sering memunculkan masalah tersebut dibanding terlentang. 

4 Cara Menghilangkan Lipatan Bekas Bantal Pada Wajah

Ketika orang tidur dengan posisi menempel pada permukaan bantal atau kasur, maka sirkulasi udara juga berkurang jauh. Sel-sel kulit yang seharusnya beroperasi normal menjadi tertekan oleh kain yang terlipat tersebut sehingga menyebabkan pembengkakan sel kulit. Sel kulit mengandung cairan yang berperan sebagai bantalan untuk membuat kulit terlihat berisi. Ketika Anda membenamkan wajah ke bantal dalam waktu lama, cairan pada sel kulit diserap oleh tubuh. Jadi, begitu Anda terbangun, sel kulit secara gradual membengkak karena kebanyakan cairan. Hal inilah yang menyebabkan kerutan atau lipatan pada wajah, kata Lydia Evan, Dermatologist di Chappaqua, New York. Kebiasaan tidur dengan wajah tertelungkup atau tertutup dari sirkulasi udara akan lebih cepat mendorong kekeriputan kulit dan memicu munculnya garis dan lipatan pada wajah. Sedangkan apabila tidur dengan posisi miring ke kanan atau ke kiri akan membuat wajah Anda tertutup atau tertekan bantal sebagian. 

Berikut 4 cara menghilangkan lipatan pada wajah:

1. Basuh Dengan Air.
Basuh wajah dengan air hangat suam suam kuku atau air dengan suhu normal, lanjutkan dengan memijat (arah keatas) pelan-pelan di wajah dengan pelembab. Air hangat mempercepat proses aliran darah ke area kulit wajah yang terlipat. Sedangkan Pelembab fungsinya adalah untuk mengembalikan kelembaban kulit menjadi normal. Sementara memijatnya perlahan membantu menghilangkan kerutan pada kulit secara manual dan alami.

2. Posisi Tidur Yang Baik.
Tidak membiasakan tidur dengan posisi miring, menyamping, atau tengkurap. Karena tidur dengan posisi demikian berpotensi wajah tertutup atau menempel/menekan permukaan bantal atau kasur. Sebaiknya, tidurlah telentang untuk menjaga kesehatan kulit wajah, mendapatkan sirkulasi udara yang bagus dan mendapatkan hirupan oksigen secara maksimal.

3. Sarung Bantal Yang Halus dan Pas.
Cara lain untuk menghindari wajah menjadi kusut saat tidur adalah dengan menggunakan sarung bantal berbahan satin atau sutra daripada katun. Sarung bantal dengan bahan yang halus menghindari wajah menjadi berkerut, meskipun mahal selayaknya anda menggunakannya karena akan berpengaruh ke penampilan anda. Ukuran dan bentuk sarung bantal juga berpengaruh. Ukuran sarung bantal yang kedodoran bisa menyebabkan lipatan-lipatan pada kain. Bentuk rumbai atau bordiran dari sarung bantal juga menyebabkan hal tersebut.

4 Cara Menghilangkan Lipatan Bekas Bantal Pada Wajah
4. Pemilihan Bantal yang Tepat.

Keempukan atau kepadatan bantal ternyata juga mempengaruhi terjadinya garis bantal pada wajah. Bantal yang keras berpotensi membuat wajah lebih mudah berkerut. Itu karena, ketika terdapat lipatan sarung bantal, maka garis yang terpapar pada kulit akan lebih dalam. Bantal dengan materi bulu angsa atau serat silikon lebih kecil kemungkinan menyebabkan lipatan pada wajah dari pada bahan bertekstur padat seperti busa.


Jumat, Juni 08, 2018

12 Karakter Orang Dilihat dari Caranya Menggunakan Bantal

by , in

12 Karakter Orang Saat Menggunakan Bantal

12 Karakter Orang Saat Menggunakan Bantal


1. Tidur Hanya Dengan Satu Bantal.

Orang yang tidur dengan satu buah bantal biasanya adalah mereka yang bisa membuat keputusan berdasarkan pikiran logis dan bukan nafsu semata, benar benar matang dari hasil pemikirannya. Dan juga mereka sanggup menerima keadaan yang apa adanya. Dan biasanya orang tersebut mempunyai karakter setia dan supel. 

2. Tidur Dengan Banyak Bantal.

Dalam kehidupan sehari-hari orang yang tidur dikerumuni banyak bantal, biasanya orang tersebut memerlukan banyak pendamping hidup, bisa teman, keluarga, atau orang yg dia sayangi. Orang dengan karakter demikian jarang membuat keputusan sendiri yang mantap. Dia butuh mendapatkan pandangan orang lain yang bisa di jadikan bahan keputusan karena dia kurang yakin dengan keyakinannya sendiri. Tapi ada juga orang yang tidur dengan banyak bantal yang dimaksudkan sebagai "pagar" agar dia tidak jatuh dari kasur, karena polah tidurnya yang mirip gangsing. 

3. Tidur Selalu Memeluk Bantal.

Biasanya orang orang yang tidur dengan memeluk bantal adalah Mereka mempunyai penghargaan yang tinggi terhadap karya lukisan, musik dan sastra. Perasaan mereka halus dan jiwa mereka romantis. Mereka biasanya memiliki jiwa seni yang tinggi. Mereka sangat perhatian terhadap aspek-aspek kesusilaan yang berlaku. Namun demikian, bukan berarti mereka tidak punya pasangan alias jomblo. maka dari itu jika anda mempunyai pasangan tidur yang demikian, mohon jangan cemburu terhadap bantal. Jadilah bantal buat dirinya.

12 Karakter Orang Saat Menggunakan Bantal

4. Menggunakan Bantal Sebagai Penopang kaki Saat Tidur.

Orang yang menggunakan bantal sebagai penopang kaki saat tidur biasanya memiliki karakter kaku dalam pergaulan, itu yg membuat mereka susah bergaul dengan lingkungan sekitar. Hal ini menyebabkan mereka cenderung memiliki sifat egois dan arogan. Mereka juga menggunakan jalan pintas untuk mencapai cita-cita nya. Karena mereka malas berusaha. Menurut adat orang  timur pada umumnya, bantal seharusnya digunakan sebagai alas tidur, sehingga bila kedapatan menggunakan bantal sebagai alas kaki, maka akan mendapatkan peringatan dari para orang tua.

5. Tidur Tanpa Bantal.


Orang yang terbiasa tidur tanpa bantal biasanya mereka memiliki sifat percaya diri yang sangat tinggi. Kadangkala sifat percaya diri ini akhirnya akan membawa kepada sifat yang egoistis. Namun ada pendapat yang menyatakan bahwa orang yang terbiasa tidur tanpa atau dengan bantal, mempunyai karakter pejuang, pekerja keras dan mau menerima apa adanya. 

12 Karakter Orang Saat Menggunakan Bantal

6. Tidur Dengan Menggigit bantal

Biasanya orang yang tidur dengan menggigit bantal dikarenakan pergerakan otot bawah sadar disekitar rahang, yang merespon perintah dari otak setelah menerima sinyal kekosongan asupan di daerah lambung. Karakter orang yang demikian ini jelas terang benderang adalah karakter orang yang mampu menahan lapar karena diet ketat atau sedang menunggu transferan uang bulanan dari orang tua di kampung. 

7. Tidur Tapi Melempar Bantal.

Saat tidur kadang orang reflek melakukan sesuatu, salah satunya adalah melempar bantal. Biasanya, pola karakter seperti ini terbawa oleh rekaman kejadian atau situasi psikologis yang tertanam di otak secara parsial. Namun kejadian seperti ini tidak terjadi setiap hari. Bilamana terjadi setiap hari maka perlu diperiksakan kepada dokter atau psikiater. 

8. Tidur Mencium Bantal.

Karakter seseorang ketika tidur sering menciumi bantal adalah type seseorang yang suka kelembutan, suka membayangkan dan banyak keinginan. Dengan bantal yang nyaman, orang tersebut akan merasa berada di zona nyaman dan punya kecenderungan tidak mempunyai masalah besar. Memang terkesan aneh, namun anda pasti pernah merasakan betapa enaknya tidur tanpa memikirkan masalah baik masalah pekerjaan, utang, tagihan, percintaan dll, sehingga sampai-sampai tidak sadar anda menciumi bantal ketika tidur. 

12 Karakter Orang Saat Menggunakan Bantal

9. Menggunakan Bantal Sebagai Peredam Suara

Ada orang yang harus menjalani hal seperti ini, yaitu ketika pasangannya merupakan sumber suara menyeramkan saat tidur. Mengorok menjadi momok yang ditakutkan oleh pasangan, apalagi jika raungan dengkurannya mencapai seluruh ruangan. Hal satu-satunya yang bisa dilakukan adalah menggunakan bantal sebagai peredam suara menyeramkan tersebut. Ini bukan karakter orang pada umum, namun lebih kepada satu-satu nya tindakan efektif saat tidur dengan bantal.

12 Karakter Orang Saat Menggunakan Bantal

10. Tidak Punya Bantal.

Karakter orang yang bisa tidur tanpa bantal bisa dlihat di no 5, namun ada lagi karakter spesial dimana orang tersebut tak punya dan tidak mau membeli bantal sebagai alas sandar kepala saat tidur. Karakter demikian biasanya TERPAKSA dipunyai oleh orang-orang yang memang berada di situasi dimana dia tidak bisa menggunakan bantal untuk jangka waktu yang lama, seperti saat di medan perang, diatas kapal ikan, di hutan, di kamp pengungsian, di emperan toko, dll. 

11. Tidur Di Atas Bantal.

Karakter orang yang tidur diatas bantal, tentu saja adalah karakter yang aneh dan susah untuk dijelaskan. Mungkin orang tersebut terinspirasi film Daun diatas Bantal.

12. Tidur Di Dalam Bantal.


Ga mungkin, Kamu pasti sedang bermimpi, Tidak ada karakter yang bisa digali disini.

Diolah dari berbagai sumber
Senin, Juni 04, 2018

Konstruksi Sebuah Bantal

by , in

 
Konstruksi Sebuah Bantal

Konstruksi Sebuah Bantal.


Apakah kamu memiliki sebuah bantal? kalo punya, apakah kamu tahu isi atau materi dari bantal tersebut? bahan apalah yang kamu pakai untuk membungkus bantal yang kamu pakai? Mari kita bahas satu persatu agar kamu mengerti tentang barang yang kamu gunakan sebagai teman tidurmu setiap hari. 

Isi Bantal

Sebuah Bantal pasti ada isinya. Isi dari bantal yang dipakai untuk tidur, biasanya terbuat dari kapuk, busa, bulu angsa, serat silikon, atau latex. Ada bantal yang berisikan Jerami, Bantal berisi jerami merupakan metode paling tradisional yang sempat digunakan oleh orang-orang eropa kuno, tetapi bantal berisi jerami tidak nyaman dipakai dan sudah jarang digunakan saat ini. Ada bantal berisi potongan pipet, ada juga bantal yang berisi potongan kain. Orang-orang asia menggunakan kapuk sebagai isi dari bantal mereka. Di beberapa belahan dunia lain, ada yang menggunakan bulu hewan sebagai isi dari bantal yang mereka pakai, bisa bulu angsa atau bulu domba, namun bulu domba ini tidak lazim. Bulu atau down merupakan isi bantal yang paling empuk dan paling nyaman. Bahan tersebut memberikan kelembutan untuk penggunanya. Sedangkan saat ini yang paling banyak dipakai adalah bantal berisi serat silikon. Bantal berisi silikon memberikan kenyamanan dan mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan bentuk yang diinginkan oleh penggunanya. Untuk lebih jelasnya anda dapat membaca artikel yang membahas sejarah penggunaaan bantal dan perbedaan materi isi bantal.

Konstruksi Sebuah Bantal
Bantal ber-isi Bulu

Bentuk Bantal 

Bantal tidur modern pada umumnya berbentuk persegi panjang, sedangkan bantal sofa berbentuk bujursangkar. Namun hal tersebut bukanlah patokan, karena kreatifitas manusia tidak terbatas. Sekarang ini ada bantal yang berbentuk seperti bebatuan, buah-buahan, makanan, hewan hingga ada yang berbentuk paha perempuan. Selengkapnya anda bisa lihat disini. Ada juga bantal leher, bantal hamil, bantal bayi, dan berbagai macam bantal kesehatan lainnya. 

Konstruksi Sebuah Bantal
ELuxury Home Tibetan Mongolian Fur

Ukuran Bantal.

Ukurannya Bantal berbeda-beda. Ada yang standar, ada yang mini (bantal bayi), juga ada bantal yang jumbo, Namun yang lazim dipakai untuk tidur saat ini biasanya berukuran 40x60cm, 45x65cm atau 50x70cm. Untuk bantal sofa biasanya berukuran 40x40cm, 45x45cm atau kustom sesuai keinginan pembuatnya. 

 

Lobang Pengisian Bantal

Disetiap bantal pasti ada lobang celah bekas pengisian materi isi bantal saat pembuatannya. Biasanya celah tersebut ditutup dengan dijahit. Namun ada juga yang diberi ristleting. Bantal yang menggunakan risleting sebagai penutup biasanya berisi materi yang kaku seperti busa atau latex. 

Sarung Bantal

Tidak ada yang tahu dimulai sejak kapan, kain pembungkus bantal mulai dipakai umat manusia sebagai wadah yang berfungsi agar keawetan dan kebersihan bantal terjaga. Bantal tanpa pembungkus cenderung akan lebih cepat kotor. Akan lebih mudah mencuci kain pembungkus bantal dari pada harus mencuci bantalnya. Lagipula, bantal berbahan kapuk atau bulu angsa, tidak dapat dicuci, karena dapat merusak keawetan bantal.  
Bantal-bantal ini dibungkus dengan kain pembungkus, atau istilahnya "sarung bantal", yang biasanya terbuat dari kain. Materi sarung bantal bisa berupa kain katun, kain flanel, kain velboa, kain rasfur, kain tenun, tenun ikat, kulit dan sebagainya, tergantung jenis kegunaan bantal. Beberapa bantal memiliki sarung penutup pada semua sisi dan memiliki celah di belakang sebagai jalan untuk memasukan bantal. Motif dari sarung bantal bisa bermacam-macam ada yang bergambar, bersulam, jahit, ada juga yang bermotif tradisional.  
Format Sarung Bantal secara umum ada 2 jenis, yaitu sarung bantal yang memiliki ritsleting, dan sarung bantal yang menggunakan satu sisi terbuka. Meskipun pada umumnya bentuk sarung bantal adalah mengikuti bentuk bantal, namun desainnya bermacam-macam, ada yang sesuai ukuran bantal kotak segi empat, ada yang menggunakan list, ada yang berbentuk lipit, ada juga yang menggunakan variasi jahit atau sulam. 


Konstruksi Sebuah Bantal
pbteen.com pillow collection

Jumat, Juni 01, 2018

Sejarah Penggunaan Bantal

by , in
Sejarah Penggunaan Bantal

Sejarah Penggunaan Bantal


Sejarah Bantal tidak dapat dilepaskan dari sejarah peradaban umat manusia itu sendiri. Manusia mencari cara untuk memberi kenyamanan terhadap cara mereka beristirahat. Menurut berbagai sumber yang ada, sekelompok manusia pertama yang menggunakan bantal berada di wilayah Mesopotamia, pada kurun waktu 7000 tahun sebelum masehi. Penggunaan bantal mengubah cara tidur manusia, saat tidur tidak menggunakan sandaran kepala. Pada waktu itu, yang menggunakan bantal untuk tidur hanyalah kalangan tertentu, terutama orang-orang kaya dan beruntung. Jumlah kepemilikan bantal merupakan perlambang status kemakmuran pemiliknya.

Sejarah Penggunaan Bantal

Penggunaan Bantal pada jaman Mesir kuno. 

Di Mesir kuno, Penggunaan bantal telah dikaitkan dengan fenomena pengawetan mayat (mumi) dan makam kuno Mesir, Pada kisaran tahun 2055-1985 SM. Bentuk bantal mesir kuno adalah batu atau sandaran kepala kayu. Penggunanan Bantal di mesir pada waktu itu kebanyakan hanya untuk dengan ditempatkan di bawah kepala mayat, karena kepala manusia yang dianggap sebagai esensi kehidupan dan sakral. Orang Mesir kuno menggunakan bantal kayu atau batu untuk ganjalan / sandaran kepala orang yang sudah meninggal. Kemudian bantal juga dipergunakan oleh manusia yang masih hidup sebagai alat untuk mengembalikan kekuatan tubuh, menjaga peredaran darah, dan menjaganya dari gangguan makhluk jahat.

Sejarah Penggunaan Bantal

Penggunaan Bantal Pada Jaman Eropa kuno

Orang Romawi dan Yunani dari Eropa kuno mengkreasikan penciptaan bantal empuk. Materi dari bantal yang digunakan sebagai sandaran kepada saat tidur, diisi dengan alang-alang, bulu, dan jerami untuk membuat tidur mereka lebih lembut dan lebih nyaman. Meskipun demikian, tetap saja hanya orang-orang kelas atas yang memiliki bantal. Orang-orang di Eropa kuno mulai menggunakan bantal ketika pergi ke gereja untuk berlutut di saat berdoa dan untuk ditempatkan di kitab suci. Ini adalah tradisi yang masih hidup sampai hari ini. Selain itu, orang-orang Romawi dan Yunani menggunakan bantal mereka dengan menempatkan bantal tersebut di bawah kepala orang yang sudah meninggal seperti di Mesir kuno. 

Penggunaan Bantal Pada Jaman  Tiongkok kuno

Orang Cina menggunakan bantal yang terbuat dari berbagai macam bahan termasuk bambu, batu giok, porselen, kayu, dan perunggu. Waktu itu, penggunaan bantal porselen lah yang paling populer. Penggunaan bantal porselen muncul pertama di Dinasti Sui antara tahun 581 dan 618. Sedangkan produksi massal dari bantal porselen muncul di Dinasti Tang antara tahun 618 dan 907. Orang Cina menghiasi bantal mereka dengan membuat bentuk yang variatif atau dengan memberi lukisan bergambar binatang, manusia, dan tanaman. Bantal porselen Cina kuno mencapai puncak penggunaan selama Dinasti Song, Jin, dan Yuan berkuasa diantara abad ke-10 dan ke-14, namun perlahan-lahan mulai hilang pada masa dinasti Ming dan Qing antara 1368 dan 1911 dengan adanya pembuatan bantal yang bahannya lebih baik.

Penggunaan Bantal Pada Jaman Abad Pertengahan

Sampai di jaman abad pertengahan di Eropa, bantal masih menjadi penanda status sosial masyarakat. Hanya orang kelas menengah ke atas (borjuis) yang menggunakan benda pelengkap tidur ini. Namun, persepsi ini diruntuhkan oleh Raja Henry VII dari Kerajaan Inggris. Dia melarang semua orang memakai bantal kecuali wanita yang sedang hamil. Lelaki yang tetap memakai bantal dianggap sebagai lelaki lemah. Namun aturan tersebut mulai luntur dengan sendirinya pada abad ke-19. Bantal merupakan alat bantu yang baik sebagai penambah nyenyaknya tidur manusia pada umumnya. 

Sejarah Penggunaan Bantal
Lukisan Giacomo Cerutti

Penggunaan Bantal Pada Jaman Jaman Moderen

Semakin lama, manusia semakin moderen dalam menciptakan kegiatan yang memudahkan hidupnya. Manusia mulai kreatif untuk menentukan bahan apa yang enak dipakai untuk kebutuhan tidurnya. Meskipun demikian, pada kenyataannya ada perbedaan dalam penggunaan materi bantal di berbagai belahan dunia. Di Benua Asia, orang menggunakan kapas / kapuk sebagai materi untuk bantal mereka. Di Eropa orang menggunakan wol, bulu angsa atau ikatan jerami. Hingga akhirnya pada abad ke 20 manusia sudah bisa menciptakan busa, serat silikon fiber dan latex sebagai pengganti bahan-bahan yang berasal dari alam. Hingga kini, bantal empuk telah diproduksi massal dengan berbagai bahan baku yaitu busa, bulu angsa, serat silikon dan lainnya. Saat ini, penggunaan bantak berbahan dasar kapas / kapuk  mulai berkurang karena ketiadaan bahan bakunya dan efek samping dari pemakaian yang kurang mendukung kesehatan manusia.

*diolah dari berbagai sumber

Rabu, Mei 30, 2018

Tidur Bisa Menentukan Kecerdasan Seseorang

by , in
Tidur Bisa Menentukan Kecerdasan Seseorang

Tidur Ternyata Bisa Menentukan Kecerdasan Seseorang


Manusia normal yang berada di atas bumi pasti melakukan aktifitas ini, meskipun cuma 1 jam tiap hari. Jaman dahulu kala orang tidur memakai bantal kayu atau batu atau bahkan tidak memakai bantal. Sekarang aja enak, orang tidur pakai yang empuk-empuk. Kebiasaan tidur dengan bantal kayu atau batu, menyebabkan orang-orang dahulu bisa bangun dengan segar bugar, karena tubuh mereka bisa beristirahat total saat tidur. berbeda dengan mereka yang tidur di atas kasur empuk, tubuh mereka tidak bisa istirahat dengan total, karena saling menekan dengan alas tidurnya.

Posisi tidur yang benar adalah tubuh miring ke kanan dengan kaki bagian atas di tekuk, dan tangan kanan sebagai bantal. Tidur dengan posisi ini akan mengalirkan darah ke otak dengan sempurna, karena posisi kepala lebih rendah dari jantung.  Posisi tidur yang membuat bodoh adalah : terlentang, tengkurap, dan kaki mengangkang. Posisi ini diibaratkan sebagai cara tidurnya binatang, karena aliran darah tidak lancar, perut dan dada tertekan, juga aliran darah ke otak juga terhambat.

Saat tidur yang baik adalah jam 20.00 WIB - 01.00 Pagi. Selanjutnya 01.00-04.00 digunakan untuk belajar, pukul 04.00 - 06.00 untuk olahraga, dan seterusnya. Saat tidur yang tidak baik adalah pukul 06.30 WIB setelah matahari terbit, pada tengah hari pukul 11.30 - 12.00 WIB dan pukul 17.30 WIB saat matahari tenggelam. Tidur pada saat tersebut akan mengakibatkan seseorang linglung dan separuh kesadarannya hilang, diakibatkan oleh keseimbangan alam yang pada waktu-waktu tersebut harus berada pada kondisi sadar.

Tidur yang baik berada dalam keadaan atau ruang yang gelap, terhindar dari cahaya yang menyengat dan silau. Rangsang cahaya yang terlalu banyak, menyebabkan otak tidak optimal dalam melakukan defragmentasi data-data yang terekam sebelum tidur, hal ini akan berdampak kepada daya ingat pada jangka waktu yang lama.

*diolah dari berbagai sumber
Kamis, Februari 11, 2016

Perbedaan Bantal Berisi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks

by , in
Perbedaan Bantal Berisi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks

Setiap orang pasti punya bantal, baik itu bantal sandaran kepala atau guling buat dipeluk atau bantal sofa sebagai penghias sofa di ruang tamu. Nah, coba perhatikan, apa isi dari bantal yang kamu punyai? Apakah berisi kapuk? atau berisi busa? atau bulu angsa, silikon ataukah latex? Setiap materi isi bantal memiliki kelebihan dan kekurangan yang unik. Terserah Anda untuk memilih bahan yang cocok untuk bantal anda, tetapi kami memiliki beberapa alasan untuk Anda pertimbangkan sebelum Anda mengambil keputusan. 

Perbedaan Bantal Ber-isi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks


1. Bantal Ber-isi Kapuk 

Bantal ini, biasanya dimiliki kamu-kamu yang sangat konservatif dan memegang nilai-nilai tradisi yang kuat, meskipun  tidak semuanya. Orang memakai bantal kapuk juga biasanya dikarenakan murahnya walaupun sekarang mencari bantal kapuk sudah lumayan susah. Namun jangan salah, meskipun bantal kapuk ini terkesan kuno, banyak orang pesisir pantai yang fanatik dengan penggunaan bantal kapuk. Karena saat dipakai, rasanya lebih dingin dibanding bantal yang berbahan dasar sintetis. Kasurpun juga demikian. Jadi belum pasti orang tidak mau membeli bantal moderen karena harganya, mungkin juga karena rasanya saat dipakai.

Bahan kapuk ini akan licin saat dipegang. Namun jenis bahan ini sangat mudah menyerap debu dan menjadi tempat berkembang biak Tungau yang dapat mengganggu kesehatan Anda. Bagi orang yang memiliki masalah alergi seperti asma tidak disarankan menggunakan bantal berbahan dasar kapuk, karena akan memicu serangan asma. Jika Anda memilih bantal berbahan dasar kapuk, usahakan untuk menjaganya tetap kering, tujuannya untuk mengurangi debu dan tungau yang bersarang di dalamnya. 

Perbedaan Bantal Berisi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks

Keunggulan Bantal kapuk
1. Murah
2. Tahan lama
3. Bisa dijemur
4. Terasa dingin / Sejuk

Kelemahan
1. Menyimpan debu dan bakteri
2. Dapat menyebabkan alergi

2. Bantal Ber-isi Busa

Bantal berbahan dasar busa biasanya dipakai orang tidak untuk keperluan  tidur, melainkan sebagai pengisi bantal sofa yang tidak dipakai untuk tidur. Namun juga ada yang memakainya / membelinya sebagai alat sandaran kepala saat tidur. Harganya biasanya murah meriah. Namun kadang-kadang ketidak lenturannya bisa membuat kepalamu sakit saat bangun dari mimpi indah. Bahan dasar yang digunakan untuk pengisi bahan ini adalah spons atau bahan sintetis. Penggunaan busa sebagai pengisi bantal mulai ada setelah pemakaian kapuk berangsur menurun. Tapi ada kerugian dari bantal yang terbuat dari busa, yang mana Anda akan merasa panas saat menggunakannya. Dan untuk kelebihannya sendiri, bahan ini lebih bersih dari bulu angsa.

Perbedaan Bantal Berisi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks
Keunggulan
1. Lembut
2. Sangat Murah
3. Bisa dicuci dan dikeringkan

Kelemahan
1. Panas
2. Terlalu Lembut
3. Mudah Rusak / Hancur
4. Mudah kempes
5. Simpan debu dan bakteri

3. Bantal Berisi Bulu angsa 

Di negara kita jarang sekali ada pemakaian bantal yang berisi bulu angsa. Bantal dengan bahan dasar bulu angsa biasanya dipakai oleh orang-orang eropa. Mungkin bulu angsa di indonesia lebih banyak disuplai ke perusahaan shuttlecock. Bahan ini tidak cocok untuk Anda yang memiliki alergi terhadap debu dan bulu. Namun dari segi kelembutan bantal yang menggunakan bahan bulu angsa paling lembut dari bahan lainnya. Semakin banyak bulu angsa digunakan untuk membuat bantal, maka kelembutan bantal akan menjadi sangat terasa.

Perbedaan Bantal Berisi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks
Keunggulan
1. Luar Biasa Lunak
2. Dingin / Sejuk
3. Sangat Ringan
4. Nyaman

Kelemahan
1. Tidak bisa dikeringkan / dijemur
2. Tidak padat
3. Mudah kempes
4. Tidak bisa dicuci
5. Menyimpan debu dan bakteri

4. Bantal Ber-isi Serat Silikon


Bantal berbahan dasar ini yang sekarang paling sering kita temui, baik di pasar, toko mebel, supermarket hingga toko online. Penggunaan serat silikon ini merupakan teknologi yang diciptakan manusia untuk menggantikan keberadaan kapuk yang kian lama kian menipis. Bahan ini terbuat dari serat plastik yang sangat halus. Bantal Silikon yang diisi secara rata akan terasa lebih empuk dan lebih nyaman. Jika proses pengisiannya tidak rata / menggumpal, maka permukaan akan menjadi tidak rata dan kualitas menjadi kurang baik. Bantal Silikon menjadi lebih enak dpakai ketika diisi dengan ketebalan yang sesuai dengan ukuran bantalnya, karena bantal akan mengembang secara otomatis setelah proses deflasi (pengempesan). Beberapa dokter juga menyarankan penderita asma dan alergi untuk memilih bantal yang menggunakan materi silikon karena tidak menyerap debu dan tidak menjadi sarang tungau / bakteri. 

Perbedaan Bantal Berisi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks

Keunggulan
1. Sejuk (seperti serat kapas)
2. Harga lumayan terjangkau
3. Ringan
4. Nyaman
5. Dapat Ditekan
6. Bisa dijemur
7. Bisa Dicuci
8. Anti tungau dan bakteri

Kelemahan
1. Mudah kempis meski dalam jangka waktu lama
2. Lebih mahal dari Kapuk atau bantal Busa
3. Menyimpan debu

5. Bantal Ber-isi Lateks

Kamu yang punya bantal berbahan lateks, pasti punya uang lebih, atau bantal tersebut dibeliin, ya nggak? Bantal yang terbuat dari getah karet ini lebih keras dan permukaannya lebih rata dari bantal serat silikon. Bantal yang terbuat dari bahan lateks cocok untuk orang yang memiliki masalah dengan tulang leher dan tulang belakang. Lateks juga bebas dari tungau sehingga sangat cocok untuk alergi. Bantal lanteks biasanya tidak berbentuk standar, melainkan disesuaikan dengan disain atau kepentingan penyembuhan. 

Perbedaan Bantal Berisi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks
Keunggulan
1. Lembut
2. Nyaman
3. Tahan lama
4. Sejuk
5. Anti Jamur
6. Anti Alergi
7. Anti bau


Kelemahan
1. Tidak bisa dikeringkan
2. Mahal

lihat versi lengkap videonya di yutub
Rabu, Februari 10, 2016

Desain Bantal Untuk Kursi

by , in
www.bantal.co.id

  Desain Bantal Untuk Kursi


Kehadiran bantal pada kursi atau sofa mampu menjadi aksen yang mencuri perhatian. Keberadaannya dapat menunjang keindahan sebuah interior. Karena itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan desain bantal kursi yang akan Anda pilih.Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan agar bantal kursi dan sofa di rumah Anda tampil selaras serta menarik:

  • Bentuk dan kain pelapis bantal kursi sangat beragam, baik bahan, warna, maupun coraknya. Agar tampil serasi, Anda harus pintar-pintar memilih dan menyesuaikannya dengan desain ruang.
  • sesuaikan pelapis bantal ini dengan model furnitur yang ada. Beberapa bentuk furnitur cocok didampingi bantal-bantal gemuk, seperti sofa besar. Akan tetapi, ada jenis kursi yang lebih cocok ditemani bantal panjang berbentuk menyerupai guling, misalnya, sofa ramping tanpa sandaran.
  • Namun demikian, perlu disesuaikan, apakah warna bantal cocok dengan skema warna ruang? Warna-warna yang selaras tentu akan lebih aman. Misalnya, dinding ruang merah muda, kemudian bantal-bantalnya berwarna turunan dari merah, seperti merah marun.
  • Untuk desain yang lebih berani, bantal dapat hadir sebagai aksen. Pada ruang yang dominan cokelat, letakkan saja bantal-bantal sewarna pelangi yang kontras.
  • Perlu juga untuk memperhatikan motif dari kain pelapis bantal. Motif pada sebuah ruang dapat datang dari banyak elemen, seperti wallpaper, jok kursi, gorden. atau karpet. Motif bantal kursi dapat diambil dari motif salah satu elemen itu.
  • Untuk ruang yang sudah banyak memiliki motif, sebaiknya Anda pilih bantal polos. Sebaliknya, di ruang yang cenderung polos, bantal bermotif dapat hadir sebagai elemen untuk mencuri perhatian.

Perhatikan pula, untuk bantal yang berisiko kotor karena sering dipeluk, sebaiknya pilih bahan yang mudah dicuci, seperti bahan katun atau pilih model sarung bantal yang mudah dilepas. Tapi, bila bantal lebih sebagai penghias, Anda boleh pilihbahan sutra halus yang berbordir cantik.

Sabtu, November 29, 2014

Posisi Tidur Terbaik Untuk Kesehatan

by , in
Posisi Tidur Terbaik Untuk Kesehatan

Posisi Tidur Terbaik Untuk Kesehatan

Tidur bukan semata-mata mendaratkan tubuh ke kasur. Posisi tubuh saat beristirahat juga perlu mendapat perhatian. Jangan sampai menuai masalah gara-gara posisi tidur yang salah.


Sakit leher, masalah perut, bahkan keriput dini bisa muncul akibat posisi tidur yang salah. Karenanya, temukan posisi tidur terbaik untuk tubuh Anda, seperti dikutip dari laman Shine:

Telentang
Selain menghindari sakit di area leher dan punggung, posisi ini juga dapat meredam masalah di perut. Gunakan bantal dengan ketebalan sedang untuk menyangga kepala agar kerongkongan lebih tinggi dari posisi perut. Ini efektif mencegah asam lambung. Tak adanya gesekan tubuh bagian depan ke bantal atau kasur juga membantu mencegah keriput di wajah dan payudara. Namun, posisi ini tidak baik untuk mereka yang memiliki kebiasaan mendengkur.Tidur dengan punggung menempel sempurna di kasur memudahkan kepala, leher, dan tulang belakang untuk mempertahankan posisi netral. Posisi ini menjaga bentuk tulang punggung agar tak melengkung.

Miring
Posisi ini juga efektif menghindari sakit leher dan punggung, mencegah produksi asam lambung, sekaligus meredam dengkuran. Posisi ini juga sangat baik untuk wanita yang tengah mengandung karena akan memperlancar aliran darah. Namun, posisi ini tidak bersahabat bagi elastisitas kulit wajah dan payudara. “Gesekan salah satu sisi wajah ke bantal bisa memicu keriput, juga tekanan payudara yang tak seimbang mengganggu elastisitasnya,” kata Dee Anna Glaser, MD, seorang profesor dermatologi di Saint Louis University. “Gunakan bantal yang bisa mengisi celah antara pundak dan kepala sehingga kepala dan leher bisa tersangga pada posisi yang netral,” Ken Shannon, seorang terapis fisik dari Bringham and Woman’s Hospital, Boston, menambahkan.

Setengah Duduk
Posisi ini sangat baik untuk wanita hamil dan mereka yang memiliki gangguan mendengkur parah. Posisi ini akan memperlancar saluran pernapasan. Meski bukan posisi tidur yang disarankan, tidur dengan ganjalan bantal hinggung punggung juga menghindari sakit leher dan punggung, mencegah keriput, dan menjaga elastisitas payudara.“Posisi ini melengkung sehingga membatasi pernapasan diafragma,” kata Dody Chang, seorang ahli akupunktur berlisensi dari Center for Integrative Medicine di Greenwich Hospital, Connecticut.

Tengkurap
Ini dikata sebagai posisi tidur paling buruk. “Tidur dengan perut menempel di kasur membuat tulang belakang sulit mempertahankan posisi netral,” kata Shannon. Posisi tersebut juga akan memicu sakit leher karena kepala otomatis akan menghadap ke salah satu sisi dalam waktu cukup lama. “Tapi posisi ini sangat baik untuk mereka yang punya masalah mendengkur parah,” kata Eric Olson, MD, direktur Mayo Clinic Center yang fokus menangani masalah tidur, di Rochester, Minnesota.
Sabtu, November 22, 2014

Hati-hati!, Malas Ganti Bantal Bisa Bahaya!

by , in

 Hati-hati!, Malas Ganti Bantal Bisa Bahaya!

Ada beberapa hal umum yang biasa kita lakukan ternyata tak baik untuk kesehatan. Beberapa hal berikut ini adalah di antaranya:
  1. Tak ingat kapan terakhir kali mengganti sikat gigi
  2. Bayar utang tidur di akhir pekan
  3. Meregangkan punggung begitu bangun tidur
  4. Sering Menahan pipis.
  5. Menyampir tas laptop di satu sisi pundak yang sama.
  6. Memakai Sepatu Hak tinggi setiap hari
  7. Tidak Pernah Mengganti Bantal

Nah kita akan bahas yang berkaitan dengan bantal aja ya gaes. Soalnya ini website tentang bantal, bukan tentang hak tinggi atau membahas tentang pipis.

Tidak Pernah Mengganti Bantal 

Di pagi hari, pernah mendapati mata Anda berkantung, kepala serasa penuh sesak? Hm, mungkin Anda perlu melihat bantal Anda. Binatang-binatang kecil atau debu yang mengendap di bantal tersebut bisa menjadi masalah untuk kesehatan Anda. Jika tak pernah dicuci selama bertahun-tahun, bantal yang sering dipakai dan tak pernah dicuci bisa menyimpan kutu-kutu kecil, lengkap dengan kotoran mereka, dan setiap malam Anda pun menghirup itu semua. Begitu papar Steven M. Houser, MD, direktur bagian alergi dan sistem pernapasan di MetroHealth, Ohio. Alergen-alergen ini akan terakumulasi dan memicu alergi serta asma pada orang yang punya sensitif dengan hal tersebut.

Tidak Pernah Mengganti Sarung Bantal

Sama halnya dengan bantal, sarung bantal yang tak pernah diganti diibaratkan dengan memakai baju yang sama setiap hari. Kuman-kuman dan bakteri akan hinggap dan hidup di kain pembungkus bantal yang tidak pernah dibersihkan. Untuk itu, lakukan penggantian sarung bantal secara berkala agar tubuhmu terhindar dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh kuman dan bakteri yang ngendon di bantal tersebut, terutama jika kamu memiliki gangguan pernafasan dan alergi kulit.

Cucilah bantal setiap minimal 3 bulan sekali,. Tentu jika bantalmu adalah jenis bantal yang bisa dicuci.  Untuk mengetahui jenis-jenis bantal yang bisa dicuci, bisa dilihat disini.  Setelah dicuci dikeringkan sesuai aturan yang tertera di tag sebuah bantal . Untuk Sarung Bantal, perlakukan sama seperti memperlakukan sprei yang dalam waktu berkala harus kamu ganti. Demi kenyamanan tidurmu dan kesehatamu.
Sabtu, November 15, 2014

Bahaya Menyimpan Handphone di Bawah Bantal

by , in
www.bantal.co.id

Bahaya Menyimpan Handphone di Bawah Bantal

Ladies, di jaman seperti sekarang yang serba canggih dan dibanjiri gadget, banyak orang yang hampir tak bisa lepas dari ponsel atau tab mereka. Ke manapun pergi, dunia maya sudah menjadi sebagian dari kehidupan nyata para pengguna ponsel. Tidak heran deh kalau dari pagi hingga pagi lagi, benda yang hampir tak pernah lepas dari seseorang adalah ponselnya. Baru bangun, pegang ponsel. Sarapan sambil cek update di ponsel. On the way ke kantor, sambil utak atik ponsel. Apalagi sebelum tidur, sebelahan dong dengan ponsel.
Banyak orang yang tidur bersebelahan dengan ponsel, atau bahkan meletakkan ponselnya di bawah bantal. Tujuannya adalah ponsel mudah dijangkau bila memang ada panggilan. Well, sebenarnya ada baiknya ponsel tidak mengganggu jam tidur kita. Tapi, ada hal yang lebih penting diperhatikan bila Anda termasuk salah satu orang yang suka menggunakan ponsel sambil tiduran, bahkan meletakkan ponsel di bawah bantal.


Seperti yang kita ketahui, ponsel adalah salah stau benda yang mengandung radiasi yang kuat. Mungkin efeknya tak langsung dialami oleh tubuh, namun dalam beberapa waktu ke depan, radiasi itu bisa menimbulkan resiko tumor dan kanker, salah satu penyakit dari masyarakat modern saat ini.
www.bantal.co.id

Ada beberapa kasus yang terjadi, handset bisa meledak. Tentunya ini sangat membahayakan bagi penggunanya. Bayangkan apabila anda sedang enak-enak tidur kemudian hape anda meledak.

Sudah sejak lama, orang jaman dulu lebih memilih tidur dalam keheningan dan tanpa penerangan. Karena tidur seperti ini lebih menyehatkan, di mana sel tubuh lebih tenang dan terhindar dari radiasi yang kurang menguntungkan. Disarankan agar pengguna ponsel meletakkan ponsel mereka cukup jauh dari bantal. Misalnya di meja kerja atau setidaknya 1-2 meter dari posisi tidur Anda. Hal ini bisa menjauhkan kita dari beberapa resiko, antara lain radiasi yang berlebihan dan merusak sel sehat, tidur kurang nyenyak, stres, insomnia dan gangguan kesehatan pada area mata. 

Oleh karena itu, ada baiknya kita tidak terlalu adiktif dan 'intim' dengan ponsel. Pakailah dengan durasi yang cukup dan bila diperlukan. Jangan berlama-lama menggunakan ponsel. Rumpi cantik di messenger atau telponan mesra bareng pacar sih boleh-boleh saja, asal tidak berlebihan. Sehat bagi ponsel Anda, sehat pula bagi penggunanya.
sumber
Sabtu, November 15, 2014

yuk pilih Bantal Hias yang tepat

by , in



Bantal hias atau cushion sering digunakan sebagai dekorasi furnitur seperti sofa. Tidak hanya sebagai aksen, bantal hias juga dapat digunakan untuk menambah kenyamanan pengguna sofa.
Pemilihan bantal dengan motif yang kurang tepat akan membuat tampilan sofa tidak menarik bahkan aneh. Berikut ini adalah beberapa tips memilih bantal hias untuk mempercantik sofa Anda.
  • Kombinasi Motif

    Sumber: www.tazatek.com


    Meletakkan beberapa bantal dengan motif yang berbeda-beda akan terlihat lebih menarik dan segar. Jika Anda menyukai motif berukuran besar dengan warna kuat dan menonjol, kombinasikan motif bantal tersebut dengan motif bantal yang memiliki warna kalem.
  • Motif Print
    Motif hasil print atau grafis juga banyak digemari oleh orang. Pada umumnya, motif print ini memiliki warna yang kuat dan terang. Jika Anda ingin menggunakan motif print, pilihlah motif yang menggunakan warna netral dalam desainnya seperti warna krem atau cokelat.
  • Bermain Tekstur
    Jika Anda ingin menghias sofa yang lapisannya berbahan kulit, gunakanlah bantal yang lapisannya menggunakan linen atau velvet lembut. Untuk sofa yang dilapisi kain berbulu lembut, gunakan bantal yang terbuat dari katun atau bermain detail seperti sulaman dan rumbai.
  • Tassel dan Hiasan Kancing

    Sumber: http://www.decowindow.in/


    Bantal yang memiliki tassel akan cocok dengan furnitur bergaya formal. Sedangkan bantal dengan hiasan kancing akan cocok untuk sofa yang cozy dan informal.


  • Kebutuhan
    Bahan pelapis bantal dapat dipilih berdasarkan kebutuhan pemilik rumah. Jika Anda memiliki binatang peliharaan seperti anjing dan kucing, sebaiknya gunakan pelapis bantal yang kuat dan tebal agar tidak mudah rusak jika dikoyak oleh mereka. Sedangkan untuk bantal hias yang diletakkan di kamar tidur, sebaiknya gunakan pelapis bantal berbahan sutra.
Sabtu, November 15, 2014

Manfaat Bantal Bagi Ibu Menyusui

by , in
Manfaat Bantal Bagi Ibu Menyusui

Manfaat bantal bagi ibu menyusui


Manfaat bantal bagi ibu menyusui dapat memberikan bantuan bagi posisi menyusui yang tepat. Bila Anda menempatkan bayi di atas bantal silikon, itu akan lebih nyaman untuk punggung, leher dan lengan. Sebuah bantal yang tepat sangat penting untuk membantu membangun pasokan susu Anda dan mencegah beberapa masalah umum menyusui. Bantal silikon buat ibu meyusui datang dalam berbagai bentuk dan model. Bantal biasanya tersedia dalam berbagai warna, pola dan fitur yang menarik.

Bantal dirancang untuk menyangga si buah hati saat menyusui. Bantal didesain khusus untuk mengurangi rasa pegal di pinggang saat menyusui serta memberikan rasa aman dan nyaman untuk Anda dan bayi dalam proses menyusui. Bantal ini juga dapat digunakan sebagai penyangga saat buah hati duduk dan sebagai bantal tidur bayi. Desain bentuknya dibuat mengikuti kontur tubuh Anda sangat nyaman digunakan saat proses menyusui.

Keuntungan menggunakan perlengkapan ini, Anda tidak perlu membungkuk saat menyusui, mengurangi rasa pegal di pinggang, dan bayi lebih nyaman menyusu saat tidur di atas bantal karena empuk. Dengan bantal, dapat digunakan juga sebagai alat bantu duduk serta perlengkapan tidur si buah hati. 

Kamis, November 06, 2014

Mengatasi "Salah Bantal"

by , in
Mengatasi "Salah Bantal"

Bangun tidur dengan bahu pegal dan leher sakit, segera tangani dengan benar.

Saat mau tidur, Anda sudah memosisikan diri senyaman mungkin di ranjang agar bisa tidur nyenyak. Tapi ketika bangun keesokan harinya, Anda merasa leher Anda begitu kaku dan sakit jika Anda menengok ke kanan atu kiri. Ya, semua orang pernah mengalami tortikolis atau yang dikenal dengan ”salah bantal”. Jangan sampai kegiatan Anda terganggu hanya karena tidak bisa menoleh secara leluasa.


Mitos:

•  Menaruh air liur Anda pada bagian leher yang sakit akan membuat ”salah bantal” menjadi sembuh. Sebenarnya ini hanya akan membuat area leher Anda menjadi bau, bukan?
• Menjemur bantal Anda di bawah terik matahari. Apa hubungannya antara kesembuhan dengan bantal yang dijemur?
• Dibiarkan saja. Nanti toh akan sembuh dengan sendirinya. Mmm, ini pun tidak akan membawa Anda kemana pun.
Salah bantal terjadi karena Anda tidur dengan posisi yang tidak berubah dalam waktu berjam-jam, sehingga terjadi kontraksi (seperti keram) pada otot leher Anda. Anda dapat melakukan hal-hal sederhana ini untuk menyembuhkannya:

Kompres dengan kain hangat
Dengan mengompres bagian leher yang sakit dengan kain hangat, maka leher Anda akan menjadi lebih relaks dan peredaran darah dapat berjalan dengan lancar kembali. Lakukan sambil menepuk-nepuk bagian yang sakit dengan lembut. Yang tidak kalah penting, Anda harus berada dalam keadaan tenang, dengarkan musik-musik yang memberikan ketenangan bila diperlukan.
Jika leher Anda sakit saat menunduk, Anda dapat melakukan peregangan dengan menengadahkan kepala Anda dengan perlahan, misalnya dengan tubuh bersandar pada kursi. Lakukan secara berulang agar otot leher Anda yang sedang kaku bisa segera normal kembali.
Arahkan shower air hangat Anda ke bagian leher yang sakit selama beberapa saat. Rasa sakit atau ketegangan pada leher Anda akan  berkurang. Setelah itu Anda dapat meminta orang lain untuk memijat bagian yang sakit secara perlahan. Anda dapat memijat tangan atau kaki Anda sendiri, tapi beda hal dengan sakit leher yang harus dilakukan oleh orang lain, karena biasanya sakit pada leher akan menjalar hingga tangan.


Kamis, November 06, 2014

Tata cara mencuci bantal

by , in

Tata cara mencuci bantal 


Anak kos sering tidak memperhatikan hal yang satu ini. Ya, mencuci bantal! Anak kos terfokus untuk mencuci pakaian-pakaiannya tanpa memperhatikan sesungguhnya yang perlu dicuci tak hanya barang-barang itu. Bantal, guling, sprei, atau selimut pun perlu dicuci secara berkala.Setidaknya dari semua itu Anda perlu sering-sering mencuci bantal deh. Alasannya sederhana, tiap malam ketika tidur, Anda sering membuat peta di bantal Anda. Dan ingatlah seiring dengan waktu bantal Anda tak selamanya nyaman dan empuk seperti saat kali pertama dibeli. Kenyamanan bisa berkurang oleh banyaknya debu yang menempel di bantal tersebut.So, akankah Anda akan selamanya bertahan dengan kondisi bantal yang kusam dan bulukan? Jika Anda tak mau hal itu terjadi, maka sering-seringlah mencuci bantal secara berkala.

Berikut ini adalah tips bagaimana cara mencuci bantal yang efektif. Benar juga ya, jika si bantal saja tak merasa nyaman, apalagi Anda yang lama kelamaan akan dibuat bersin akibat tumpukan debu di dalam bantal. Lalu bagaimana cara agar bantal tetap bersih dan segar?

1. Cuci Bantal Anda!
Anda tak boleh membiarkan bantal Anda menampung debu-debu dan kuman. Dalam kurun waktu tertentu, misalnya 3 bulan sekali, bantal harus dicuci bersih. Cek dulu bahan bantal Anda kemudian tentukan. Rendam terlebih dahulu bantal di dalam air panas dan larutan deterjen agar debu-debu di dalam bantal luntur. Bilas hingga bersih dan deterjen tak lagi ada di dalam serat-serat bantal.

2. Keringkan Bantal
Setelah bersih dicuci, keringkan bantal Anda. Mesin pengering akan membantu proses pengeringan agar lebih cepat. Jika Anda hendak menjemurnya di bawah terik matahari. Jangan lupa untuk membungkusnya terlebih dahulu dengan plastik agar debu luar ruangan tidak bersembunyi di dalamnya.

3. Semprot Dengan Desinfektan
Memiliki bantal yang harum mungkin menyenangkan bagi beberapa orang. Namun terlebih dahulukan kesehatan Anda, jadi semprot si bantal dengan desinfektan agar sisa-sisa kuman tidak tinggal.

4. Pastikan Sarung Bantal Terpasang
Jangan pernah membiarkan bantal Anda telanjang tanpa sarung pembungkusnya. Hal ini akan menguntungkan Anda, agar tidak terlalu sering mencuci bantal, cukup sarung pembungkusnya saja
Kamis, Oktober 30, 2014

Sarung Bantal Bisa penyebab Tumbuhnya Jerawat

by , in

Sarung Bantal Bisa penyebab Tumbuhnya Jerawat

Sarung Bantal Bisa penyebab Tumbuhnya Jerawat


Rasanya sudah rajin membersihkan wajah dan menghindari kontak langsung antara kulit wajah dengan tangan yang kotor, tapi jerawat masih saja timbul di wajah. Bisa jadi tempat tidur kita lah penyebabnya. Karena ternyata jarang mengganti seprai dan sarung bantal bisa bikin jerawatan loh.

Coba ingat kembali, kapan terakhir kali kita mengganti seprai dan sarung bantal? Tidak perlu diucapkan keras-keras, cukup mengingat dan mengatakannya dalam hati.Lalu, perhatikan juga sisi wajah mana yang rentan muncul jerawat. Apakah di sisi yang selalu menempel pada sarung bantal? Sarung bantal yang kotor sama saja dengan handuk yang sudah lama tidak dicuci dan menjamur. Meskipun kita rajin membersihkan wajah setiap hari dan menjaga kebersihan tangan setiap saat, jerawat tetap akan muncul jika kita tidak menjaga kebersihan tempat tidur.

Bakteri akan terakumulasi dan menempel pada serat-serat kain sarung bantal, kemudian tercampur dengan keringat, bekas makeup, air liur, dan kotoran yang bisa menutup pori-pori kulit kita. Solusinya cukup sederhana. Ganti sarung bantal sesering mungkin.Selain itu rajinlah mencuci sarung bantal dengan detergen dan bilas dengan air hangat untuk membunuh bakteri yang menempel.Sudah tahu kan kalau jarang mengganti seprai dan sarung bantal bisa bikin jerawatan? Maka rajinlah menjaga kebersihan tempat tidur kita. Selain terhindar dari bakteri dan jerawat, tidur pun pasti lebih nyenyak.

sumber
Kamis, Oktober 30, 2014

Tips Memilih Bantal yang Tepat Sesuai Kebiasaan Tidur

by , in

Tips Memilih Bantal yang Tepat Sesuai Kebiasaan Tidur 

Tips Memilih Bantal yang Tepat Sesuai Kebiasaan Tidur

Setiap orang memiliki kebiasaan tidur yang berbeda-beda, ada yang lebih suka tidur telentang, tengkurap, menyamping. Agar kualitas tidur lebih baik, diperlukan jenis bantal tertentu yang bisa mengakomodasi saat seseorang tidur dengan posisi tertentu, agar bias merasakan senyaman mungkin.
Menurut Joseph Ojile, M.D., pendiri dan managing director Clayton Sleep Institute di St. Louis, Missouri, posisi tidur bisa menentukan bantal seperti apa yang paling tepat untuk Anda. "Anda membutuhkan bantal yang bisa menopang kepala tetap dalam posisi netral, dan itu bisa diketahui dengan mengenali gaya tidur Anda," ujar Joseph. Joseph pun memberikan tips memilih bantal yang tepat sesuai kebiasaan tidur Anda, seperti dikutip dari Women's Health Mag. 

1. Tidur Telentang 
Orang yang terbiasa tidur telentang memerlukan bantal yang tipis dan agak datar agar kepala lebih sejajar dengan tubuh. Memakai bantal yang terlalu tebal dan tinggi bisa membuat tulang pada tengkuk dan tulang belakang tertekan, sehingga akan terasa sakit saat bangun di pagi harinya. Selain itu tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi dari tubuh akan membuat postur kurang sempurna dan jadi bungkuk 

2. Punya Alergi 
Pilihlah bahan dari material sintetis, bukan dari kapuk atau yang terbuat dari bulu hewan. Kapuk dan bulu hewan bisa memicu alergi dan sulit dibersihkan saat ada debu yang menempel, apalagi jika hidung Anda sangat sensitif terhadap kotoran, residu atau debu.  

3. Mendengkur
Bagi yang suka mendengkur saat tidur, bisa memakai bantal khusus yang diciptakan untuk membantu mengatasi gangguan tidur. Misalnya mendengkur atau sleep apnea. Bantal kesehatan ini umumnya memiliki lubang atau cekungan di bagian tengah dan tengkuk agar posisi kepala bagian atas sedikit lebih miring. Posisi ini akan menjaga leher serta tenggorokan terbuka dan bisa membantu mengurangi dengkuran. Biasanya bantal ini bertekstur seperti busa dan sifatnya elastis.

4. Tidur Tengkurap Bantal yang tebal dan kaku bukanlah pilihan yang tepat bagi mereka yang terbiasa tidur tengkurap. Bantal tersebut bisa membuat posisi kepala jadi lebih jauh dari tubuh dan menyebabkan leher sakit. Belum lagi kesulitan bernapas yang bisa mengganggu kenyamanan tidur. Sebaiknya pilih bantal yang lunak dan elastis, namun hindari yang terlalu empuk karena tidak bisa menopang kepala dengan sempurna. Untuk itu, pakai bantal dengan bahan lateks pada pinggirannya. Bantal ini empuk di bagian tengah tapi kaku di pinggirannya agar leher bisa relaks tapi tetap mendapat sanggahan yang baik.

5. Tidur Menyamping
Gunakan bantal tebal yang bisa mengisi jarak antara leher dan bahu, sehingga menjaga tulang belakang tetap lurus. Gunakan juga guling di antara kaki agar keseimbangan postur tubuh juga tetap terjaga.