Apapun tentang bantal, guling, cushion, kapuk, foam, bulu angsa, silikon, dacron, latex, dibahas!

Sejarah Penggunaan Bantal

Sejarah Penggunaan Bantal

Sejarah Penggunaan Bantal


Sejarah Bantal tidak dapat dilepaskan dari sejarah peradaban umat manusia itu sendiri. Manusia mencari cara untuk memberi kenyamanan terhadap cara mereka beristirahat. Menurut berbagai sumber yang ada, sekelompok manusia pertama yang menggunakan bantal berada di wilayah Mesopotamia, pada kurun waktu 7000 tahun sebelum masehi. Penggunaan bantal mengubah cara tidur manusia, saat tidur tidak menggunakan sandaran kepala. Pada waktu itu, yang menggunakan bantal untuk tidur hanyalah kalangan tertentu, terutama orang-orang kaya dan beruntung. Jumlah kepemilikan bantal merupakan perlambang status kemakmuran pemiliknya.

Sejarah Penggunaan Bantal

Penggunaan Bantal pada jaman Mesir kuno. 

Di Mesir kuno, Penggunaan bantal telah dikaitkan dengan fenomena pengawetan mayat (mumi) dan makam kuno Mesir, Pada kisaran tahun 2055-1985 SM. Bentuk bantal mesir kuno adalah batu atau sandaran kepala kayu. Penggunanan Bantal di mesir pada waktu itu kebanyakan hanya untuk dengan ditempatkan di bawah kepala mayat, karena kepala manusia yang dianggap sebagai esensi kehidupan dan sakral. Orang Mesir kuno menggunakan bantal kayu atau batu untuk ganjalan / sandaran kepala orang yang sudah meninggal. Kemudian bantal juga dipergunakan oleh manusia yang masih hidup sebagai alat untuk mengembalikan kekuatan tubuh, menjaga peredaran darah, dan menjaganya dari gangguan makhluk jahat.

Sejarah Penggunaan Bantal

Penggunaan Bantal Pada Jaman Eropa kuno

Orang Romawi dan Yunani dari Eropa kuno mengkreasikan penciptaan bantal empuk. Materi dari bantal yang digunakan sebagai sandaran kepada saat tidur, diisi dengan alang-alang, bulu, dan jerami untuk membuat tidur mereka lebih lembut dan lebih nyaman. Meskipun demikian, tetap saja hanya orang-orang kelas atas yang memiliki bantal. Orang-orang di Eropa kuno mulai menggunakan bantal ketika pergi ke gereja untuk berlutut di saat berdoa dan untuk ditempatkan di kitab suci. Ini adalah tradisi yang masih hidup sampai hari ini. Selain itu, orang-orang Romawi dan Yunani menggunakan bantal mereka dengan menempatkan bantal tersebut di bawah kepala orang yang sudah meninggal seperti di Mesir kuno. 

Penggunaan Bantal Pada Jaman  Tiongkok kuno

Orang Cina menggunakan bantal yang terbuat dari berbagai macam bahan termasuk bambu, batu giok, porselen, kayu, dan perunggu. Waktu itu, penggunaan bantal porselen lah yang paling populer. Penggunaan bantal porselen muncul pertama di Dinasti Sui antara tahun 581 dan 618. Sedangkan produksi massal dari bantal porselen muncul di Dinasti Tang antara tahun 618 dan 907. Orang Cina menghiasi bantal mereka dengan membuat bentuk yang variatif atau dengan memberi lukisan bergambar binatang, manusia, dan tanaman. Bantal porselen Cina kuno mencapai puncak penggunaan selama Dinasti Song, Jin, dan Yuan berkuasa diantara abad ke-10 dan ke-14, namun perlahan-lahan mulai hilang pada masa dinasti Ming dan Qing antara 1368 dan 1911 dengan adanya pembuatan bantal yang bahannya lebih baik.

Penggunaan Bantal Pada Jaman Abad Pertengahan

Sampai di jaman abad pertengahan di Eropa, bantal masih menjadi penanda status sosial masyarakat. Hanya orang kelas menengah ke atas (borjuis) yang menggunakan benda pelengkap tidur ini. Namun, persepsi ini diruntuhkan oleh Raja Henry VII dari Kerajaan Inggris. Dia melarang semua orang memakai bantal kecuali wanita yang sedang hamil. Lelaki yang tetap memakai bantal dianggap sebagai lelaki lemah. Namun aturan tersebut mulai luntur dengan sendirinya pada abad ke-19. Bantal merupakan alat bantu yang baik sebagai penambah nyenyaknya tidur manusia pada umumnya. 

Sejarah Penggunaan Bantal
Lukisan Giacomo Cerutti

Penggunaan Bantal Pada Jaman Jaman Moderen

Semakin lama, manusia semakin moderen dalam menciptakan kegiatan yang memudahkan hidupnya. Manusia mulai kreatif untuk menentukan bahan apa yang enak dipakai untuk kebutuhan tidurnya. Meskipun demikian, pada kenyataannya ada perbedaan dalam penggunaan materi bantal di berbagai belahan dunia. Di Benua Asia, orang menggunakan kapas / kapuk sebagai materi untuk bantal mereka. Di Eropa orang menggunakan wol, bulu angsa atau ikatan jerami. Hingga akhirnya pada abad ke 20 manusia sudah bisa menciptakan busa, serat silikon fiber dan latex sebagai pengganti bahan-bahan yang berasal dari alam. Hingga kini, bantal empuk telah diproduksi massal dengan berbagai bahan baku yaitu busa, bulu angsa, serat silikon dan lainnya. Saat ini, penggunaan bantak berbahan dasar kapas / kapuk  mulai berkurang karena ketiadaan bahan bakunya dan efek samping dari pemakaian yang kurang mendukung kesehatan manusia.

*diolah dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar