Apapun tentang bantal, guling, cushion, kapuk, foam, bulu angsa, silikon, dacron, latex, dibahas!

Perbedaan Bantal Berisi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks

Perbedaan Bantal Berisi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks

Setiap orang pasti punya bantal, baik itu bantal sandaran kepala atau guling buat dipeluk atau bantal sofa sebagai penghias sofa di ruang tamu. Nah, coba perhatikan, apa isi dari bantal yang kamu punyai? Apakah berisi kapuk? atau berisi busa? atau bulu angsa, silikon ataukah latex? Setiap materi isi bantal memiliki kelebihan dan kekurangan yang unik. Terserah Anda untuk memilih bahan yang cocok untuk bantal anda, tetapi kami memiliki beberapa alasan untuk Anda pertimbangkan sebelum Anda mengambil keputusan. 

Perbedaan Bantal Ber-isi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks


1. Bantal Ber-isi Kapuk 

Bantal ini, biasanya dimiliki kamu-kamu yang sangat konservatif dan memegang nilai-nilai tradisi yang kuat, meskipun  tidak semuanya. Orang memakai bantal kapuk juga biasanya dikarenakan murahnya walaupun sekarang mencari bantal kapuk sudah lumayan susah. Namun jangan salah, meskipun bantal kapuk ini terkesan kuno, banyak orang pesisir pantai yang fanatik dengan penggunaan bantal kapuk. Karena saat dipakai, rasanya lebih dingin dibanding bantal yang berbahan dasar sintetis. Kasurpun juga demikian. Jadi belum pasti orang tidak mau membeli bantal moderen karena harganya, mungkin juga karena rasanya saat dipakai.

Bahan kapuk ini akan licin saat dipegang. Namun jenis bahan ini sangat mudah menyerap debu dan menjadi tempat berkembang biak Tungau yang dapat mengganggu kesehatan Anda. Bagi orang yang memiliki masalah alergi seperti asma tidak disarankan menggunakan bantal berbahan dasar kapuk, karena akan memicu serangan asma. Jika Anda memilih bantal berbahan dasar kapuk, usahakan untuk menjaganya tetap kering, tujuannya untuk mengurangi debu dan tungau yang bersarang di dalamnya. 

Perbedaan Bantal Berisi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks

Keunggulan Bantal kapuk
1. Murah
2. Tahan lama
3. Bisa dijemur
4. Terasa dingin / Sejuk

Kelemahan
1. Menyimpan debu dan bakteri
2. Dapat menyebabkan alergi

2. Bantal Ber-isi Busa

Bantal berbahan dasar busa biasanya dipakai orang tidak untuk keperluan  tidur, melainkan sebagai pengisi bantal sofa yang tidak dipakai untuk tidur. Namun juga ada yang memakainya / membelinya sebagai alat sandaran kepala saat tidur. Harganya biasanya murah meriah. Namun kadang-kadang ketidak lenturannya bisa membuat kepalamu sakit saat bangun dari mimpi indah. Bahan dasar yang digunakan untuk pengisi bahan ini adalah spons atau bahan sintetis. Penggunaan busa sebagai pengisi bantal mulai ada setelah pemakaian kapuk berangsur menurun. Tapi ada kerugian dari bantal yang terbuat dari busa, yang mana Anda akan merasa panas saat menggunakannya. Dan untuk kelebihannya sendiri, bahan ini lebih bersih dari bulu angsa.

Perbedaan Bantal Berisi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks
Keunggulan
1. Lembut
2. Sangat Murah
3. Bisa dicuci dan dikeringkan

Kelemahan
1. Panas
2. Terlalu Lembut
3. Mudah Rusak / Hancur
4. Mudah kempes
5. Simpan debu dan bakteri

3. Bantal Berisi Bulu angsa 

Di negara kita jarang sekali ada pemakaian bantal yang berisi bulu angsa. Bantal dengan bahan dasar bulu angsa biasanya dipakai oleh orang-orang eropa. Mungkin bulu angsa di indonesia lebih banyak disuplai ke perusahaan shuttlecock. Bahan ini tidak cocok untuk Anda yang memiliki alergi terhadap debu dan bulu. Namun dari segi kelembutan bantal yang menggunakan bahan bulu angsa paling lembut dari bahan lainnya. Semakin banyak bulu angsa digunakan untuk membuat bantal, maka kelembutan bantal akan menjadi sangat terasa.

Perbedaan Bantal Berisi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks
Keunggulan
1. Luar Biasa Lunak
2. Dingin / Sejuk
3. Sangat Ringan
4. Nyaman

Kelemahan
1. Tidak bisa dikeringkan / dijemur
2. Tidak padat
3. Mudah kempes
4. Tidak bisa dicuci
5. Menyimpan debu dan bakteri

4. Bantal Ber-isi Serat Silikon


Bantal berbahan dasar ini yang sekarang paling sering kita temui, baik di pasar, toko mebel, supermarket hingga toko online. Penggunaan serat silikon ini merupakan teknologi yang diciptakan manusia untuk menggantikan keberadaan kapuk yang kian lama kian menipis. Bahan ini terbuat dari serat plastik yang sangat halus. Bantal Silikon yang diisi secara rata akan terasa lebih empuk dan lebih nyaman. Jika proses pengisiannya tidak rata / menggumpal, maka permukaan akan menjadi tidak rata dan kualitas menjadi kurang baik. Bantal Silikon menjadi lebih enak dpakai ketika diisi dengan ketebalan yang sesuai dengan ukuran bantalnya, karena bantal akan mengembang secara otomatis setelah proses deflasi (pengempesan). Beberapa dokter juga menyarankan penderita asma dan alergi untuk memilih bantal yang menggunakan materi silikon karena tidak menyerap debu dan tidak menjadi sarang tungau / bakteri. 

Perbedaan Bantal Berisi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks

Keunggulan
1. Sejuk (seperti serat kapas)
2. Harga lumayan terjangkau
3. Ringan
4. Nyaman
5. Dapat Ditekan
6. Bisa dijemur
7. Bisa Dicuci
8. Anti tungau dan bakteri

Kelemahan
1. Mudah kempis meski dalam jangka waktu lama
2. Lebih mahal dari Kapuk atau bantal Busa
3. Menyimpan debu

5. Bantal Ber-isi Lateks

Kamu yang punya bantal berbahan lateks, pasti punya uang lebih, atau bantal tersebut dibeliin, ya nggak? Bantal yang terbuat dari getah karet ini lebih keras dan permukaannya lebih rata dari bantal serat silikon. Bantal yang terbuat dari bahan lateks cocok untuk orang yang memiliki masalah dengan tulang leher dan tulang belakang. Lateks juga bebas dari tungau sehingga sangat cocok untuk alergi. Bantal lanteks biasanya tidak berbentuk standar, melainkan disesuaikan dengan disain atau kepentingan penyembuhan. 

Perbedaan Bantal Berisi Kapuk, Busa, Bulu Angsa, Serat Silikon dan Lateks
Keunggulan
1. Lembut
2. Nyaman
3. Tahan lama
4. Sejuk
5. Anti Jamur
6. Anti Alergi
7. Anti bau


Kelemahan
1. Tidak bisa dikeringkan
2. Mahal

lihat versi lengkap videonya di yutub

1 komentar: